Menyikapi makna Hijrah Rasul SAW


Oleh :H.Ma’mun Efendi Nur, Ph.D

(Dosen Pasca Sarjana UIKA Bogor)

Ma'mun Efendi Nur

Peristiwa hijrah Rasulullah saw adalah salah satu dari makna mengenang/ tazakkur dan tafakkur seorang tokoh kharismatik atau sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan manusia yang beriman, karena sebagai motor penggerak organ intinya (hati dan akal) yang startnya dari kalbu menuju akal dan berakhir dengan gerakan fisik. Begitu urgennya tazakkur dan tafakkur dalam Islam, sehingga Allah swt memerintahkan orang-orang yang beriman untuk itu dan menyatakan akan manfaatnya, perhatikan firman-Nya :

فـذكــر فـإن الذكـــرى تنفـــع المؤمــنين

“Maka  ingatlah karena peringatan dapat memberikan manfaat

kepada orang-orang yang beriman”.

terlebih jika tazakkur dan iqtida’ tersebut terkait erat dengan seorang pemimpin yang memiliki keteladanan ilahiyyah/uswatun hasanah yaitu Nabi Muhammad saw, maka sudah dipastikan mengenang dan mengingat ehwal pribadinya secara konprehenship untuk dijadikan patokan kehidupan sangat dihajatkan manusia-manusia mukmin. Peringatan/tazakkur pada hakekatnya sentuhan awal adalah hati -sebagaimana disebukan diatas-. Muhammad saw adalah bukan sekedar tokoh, namun pemimpin para tokoh dari masa kemasa yang dipilih Tuhan, karena beliau cermin dari keteladanan hakiki sepanjang masa yang cakupannya melintasi batas ruang dan waktu. Hal ini sebagai fakta kebenaran pernyataan Allah swt diatas. Bukti cermin keteladanan Nabi saw yang melintasi batas waktu adalah diperingatinya peristiwa-peristiwa global beliau (mawlid/waktu kelahiran, hijrah/perpindahannya dan Isra miraj/keunikan perjalanan malam yang menembus batas luar ruang angkasa) secara kontinyu dengan beragam pendekatan. Sementara profil kharismtik beliau yang menembus luar batas ruang/tempat adalah banyaknya para ilmuan non muslim yang mengkaji sirahnya -kendatipun terdapat kontennya unsur-unsur subjektifitas-, lihat Karl Broclman (Orientalis German pakar bahasa dan satera Arab) menulis tentang sirah/sejarah kehidupan dan perjuangan Nabi saw. Mechael Hart (Ilmuan USA pakar dalam ilmu Falaq dan Matematika) menulis sejarah tentang 100 pejuang dunia dalam bukunya “The hundred/100-A Ranking the most Influential Persons in History” 100 pejuang/pembesar yang memiliki rengking dalam peran sejarah, ia menempatkan Nabi Muhammad saw dalam urutan pertama, karena ia melihat -secara objektif-  keberhasilannya dalam memimpin bangsa dengan waktu yang relatif singkat ditengah-tengah  masyarakat  yang  bersahaja. Sementara sebagian umat Islam terlena sehingga hal yang paling mudah dilakukanpun  terlupakan -mrnggunakan kalender hijriyah-sebagai patokan perputaran waktu .

Motif utama tazakkur/memperingati suatu tokoh kharismatik seperti Nabi Muhammad saw mengenang kembali dan mem-follow up-inya langkah-langkah strategis kehidupan dan perjuangannya dalam menegakan kebenaran dan melumpuhkan kebatilan, sebagai dasar kehidupan dan perjuangan umat manusia yang secara faktual semakin menjauh dari manhajnya. Jika kisah-kisah yang bersifat asatir/legenda -sekalipun hanya berlandas pada inovasi khayal- banyak dijumpai dan dapat memberikan pengaruh kuat dan respon intuisi yang dalam, membutuhkan waktu dan lembaran-lembaran kertas cukup banyak bila direfleksikan dalam tulisan, seperti cerita-cerita klasik “alfu laylah walaylah/seribu satu malam”, Abu Nawas dan lainnya, maka berbicara tentang sirah/sejarah Nabi saw justru harus lebih mengasyikan karena sumbernya Tuhan swt bukan rekayasa perasaan indifidu yang secara murni menyentuh sanubari, namun bisa didekati dengan analisis logika melalui contoh-contoh prilakunya .

Pergantian tahun Masehi dan Hijriyah sekarang ini berdekatan, setiap kali terjadi pergantian waktu kita diingatkan untuk berintropeksi agar lebih baik dari yang sebelumnya, sebagaimana peringatan Allah swt :

يـا أيها الذين آمنوا اتقوا الله ولتنظـر نفس ما قـدمت لغـد واتقوا الله إن الله خبير بما تعملون

Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaknya dirimu memperhatikan apa yang telah perbuat untuk esok dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Tahu apa yang kamu perbuat QS al-Hayr : 18

Tahun baru hijriyah memilki sejarah penting, karena terjadinya hijrah Rasullah saw dari Makkah al-Mukarramah ke Yasrib -kala itu- kemudian menjadi Medinah (Kota perdaban dan budaya), dengan alasan itulah sahabat dekat rasul Omar ebn al-Khattab mengusulkan peristiwa penting tersebut agar disepakati umat Islam menjadi start awal kalender Islam yang setelah itu dikenal dengan kalender/taqwim hijriy .

Kesamaan waktu malam Senin Rabi’ al-Awwal dalam peristiwa pribadi Rasul (Kelahiran, wafat dan hijrahnya) adalah pilihan Allah swt kepadanya agar mudah diingat dan dijadikan sejarah/sirahnya yang pasti, beliau satu-satunya Nabi yang diketahui secara pasti waktu kelahiran, wafat dan hijrahnya, bahkan tempat dan maqamnya. Hijrah Rasul saw dengan kelahiran dan wafatnya terjadi pada malam Senin  Rabi’ al-Awwal – hijrahnya bukan bulan Muharram seperti yang dipahami sebagian orang- bereteapatan dengan 20 September 622M, kala itu Rasul saw telah mencapai usia 51 tahun dan 13 tahun dari masa kenabiannya,  sebetulnya peristiwa yang sangat monumental bagi umatnya untuk dijadikan metode perjuangan dalam segala aspek adalah hijrahnya, karena dengan hijrahnya Rasul saw melaksanakan perubahan-perubahan dalam metode dakwah dan perjuangannya dalam semua aspek yang strategis .

Ada tiga hal mendasar dan strategis yang dilakukan Rasul saw begitu sampai di Yasrib/Medinah, dua hal yang pertama dan kedua berorientasi internal/strategi kedalam, sementara poin ketiga bersifat eksternal, tiga hal tersebut adalah :

  1. Membangun sarana pemersatu yang beliau terlibat langsung dengan para pendukungnya (sahabat Muhajirin dan Ansar) yang selanjutnya dikenal dengan Mesjid Nabawi yang memiliki multi guna dan bernilai 1 kali salat sama dengan 1000 kali. Mesjid bukan saja sarana komunitas antara manusia-manusia yang beriman dengan Sang Khaliq melalui penegakan salat jamaah dan jum’ah, namun jika merujuk kepada apa yang dikerjakan Rasul saw dan diteladani oleh para sahabatnya juga para pendahulu pasca itu, maka mesjid merupakan sarana yang amat tepat untuk perkumpulan dan membahas segala kepentingan Islam secara umum yang bersifat dunia maupun ukhrawi, dalam konteks ini Muhammad saw bukan saja Nabi pilihan namun arsitektur. Melalui pembangunan mesjid yang bersimbolkan mihrab, mimbar dan menaranya memberikan isyarat bahwa umat Islam dituntut untuk mengerti arsitektur, untuk itu dituntut untuk menggali ilmu-ilmu yang erat hubungannya dengan hal tersebut, kaitannya dengan pentingnya pembangunan mesjid Rasul kita saw bersabda : من بنى مسـجدا بنى الله بيتا في الجنـة “Barang siapa membangun suatu mesjid, maka Allah membangun untuknya rumah di surga” . Pengertian membangun bukan hanya sekedar membangun fisik namun termasuk juga memeliharanya yang disebut dengan memakmurkan-nya dengan berbagai berbagai aktifitas yang bermanfaat, barangkali disinilah isyarat nilai pembangunan mesjid yang Rasul saw kerjakan pada saat berhijrah .
  2. Mempersaudarakan antara kelompok pendatang/muhjirin dengan kelompok penyambut/penolong/ansar, sehingga saat itu hukum waris didasarkan pada persaudaraan dimaksud, setelah eksis strategi ini kemudian dinasakah/diralat dikembalikan pada asas persaudaraan darah/keturunan. Persoalan sangat urgen terutama dikehidupan sekarang yang sarat dengan konflik, dalam konteks ini Nabi saw adalah sosiolog, mempersatukan umat bukan persoalan mudah, terlebih jika umat itu terdiri dari berbagai sekte, marga dan tradisi, ditambah lagi tempat yang dituju terdapat kelompok beragama samawi yang tentunya lebih dahulu dari Islam dan mendominasi tempat tersebut, maka disinlah kearifan dan bijaknya Rasul saw dengan mempersaudarakan dua kelompok sahabatnya, kaitannya dengan ini Allah swt menegaskan akan eksistensi persaudaraan ini : إنما المؤمنون إخـوة فأصـلحوا بين أخويكم “Tentunya semua orang-orang Islam adalah bersaudara maka ikatlah/kuatkanlah persaudaraan kalian” .
  3. Mencetuskan gagasan komitmen bersama dengan kelompok dominan diluar missinya/Islam -kaum Yahudi- yang dikenal dengan Piagam Medinah, kontennya adalah hidup saling memberikan perdamaian diantara umat Islam (Kelompok Pengikut Nabi saw) dengan kelompok Yahudi. Dalam konteks tersebut Muhammad saw disamping Rasul terakhir juga politisi ulung. Islam adalah agama pembawa rahmat/perdamaian bagi semua, bukan hanya bagi umat Islam, jadi dengan gagasan yang telah dilakasanakan Nabi adanya piagam Medinah memberikan makna bahwa Islam sangat memperhatikan toleransi dan perdamaian, anti terhadap arogansi dan kekerasan, sebagai fakta dengan adanya piagam tersebut yang mengkhianatinya adalah kaum Yahudi Medinah. Kaitannya dengan ini dapat kita cermati dan ikuti apa yang diilustrasikan para wali songo kala menyebarkan Islam di tanah Jawa dengan mengakulturasi budaya jawa dengan pewayangannya, begitu juga dalam mengenalkan nama-nama dan istilah-istilah Islam yang diselaraskan dengan ke-Jawa-an, seperti bulan Muharram terdapat didalamnya peristiwa penting pada tanggal 10 yang dikenal dalam hadis Nabi dengan Asyura’ , menjadi suro, syahadatain dua kesaksian tauhid menjadi sekaten dan lainnya .

Dari tiga langkah strategis Nabi saw dan para sahabatnya ra di Medinah itulah kita seyogyanya setiap tiba tahun baru hijriyah kita implementasikan sebagai makna Hijrah yang dalam dan universal, menjadi manusia-manusia arsitek yang identik dengan seni dan keindahan, menjadi manusia-manusia yang faham akan sosial dan arif dalam berpolitik, sehingga menjadi manusia-manusia muslim yang senang akan perdamaian dalam ber-amar makruf dan ber-nahi mungkar sebagai pernyataan Allah swt : كنتم خير أمة أخرجت للناس تأمرون بالمعروف وتنهون عن المنكر وتؤمنون بالله …… الآية .

sumber Gambar : Suara Merdeka

About mpiuika

ilmu tuntut dunya siar

Posted on 15 Desember 2009, in artikel and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: