Jangan Latah dengan Perayaaan tahun baru MaSehi


Gebyar TaBa

Tahun baru 2010 Masehi tinggal satu hari lagi. Yang namanya terompet dan mercon sudah mulai terdengar di mana-mana. Beberapa tempat termasuk mall, jalan-jalan, kampung-kampung dan kantor pemerintah sudah mulai menghias diri dengan pernik-pernik tahun baru. Bahkan ada juga yang sudah mempersiapkan banyak makanan, minuman bahkan acara special khusus tahun baru. Parahnya, ada juga yang punya ritual khusus di malam tahun baru yaitu mandi kembang tepat tengah malam. Hiii….gak takut masuk angin apa?

Banyak banget hal-hal gak bener yang berkembang di tengah masyarakat berkaitan dengan tahun baru. Sudahlah tahun baru Masehi sendiri bukan termasuk bagian dari Islam, perayaannya sendiri malah cenderung ke arah maksiat. Gak ada satu pun hal yang bisa diambil hikmah kebaikannya dari perayaan tahun baru Masehi ini.

Trus, bagaimana dengan mengucapkan selamat tahun baru? Tahun baru yang diperingati setiap 1 Januari itu sebenarnya juga bukan tahun baru Islam sama sekali. 1 Januari adalah tahun baru Masehi yang dihitung mulai dari kelahiran Mesias yang disebut juga Masehi. Nah, lho ternyata tahun baru 1 Januari ini tak terlepas dari budaya Kristen yang notabene tak ada ajarannya dalam Islam. Yang namanya ucapan ‘selamat tahun baru’ pada 1 Januari, pasti sebelumnya ada embel-embel ‘ucapan selamat natal’. Tak usah latah dengan mengucapkan ‘selamat tahun baru’ baik kepada temanmu yang Kristiani ataupun yang muslim.

Saya paling malas menerima ucapan selamat ataupun salaman dari teman yang sekadar mengucapkan selamat tahun baru 1 Masehi. Saya jawab dengan tegas, “Maaf, saya tak merayakan tahun baru Masehi.” Kadang ada teman yang ngeyel dan sinis mengatakan bahwa toh mau tak mau kita tetap memakai penanggalan Masehi untuk semua urusan. Oke, memang kita memakai penanggalan Masehi tersebut yang dimulai dari Januari hingga Desember, tapi itu bukan berarti kita juga dengan seenaknya bisa mengadopsi perayaan kaum Masehi itu yang penuh dengan kejahiliyahan.

Hey…kesepakatan menggunakan penanggalan Masehi itu masalah siapa yang berkuasa dan siapa yang dikuasai aja kok. Karena Amerika cs yang dibekingi Kapitalis saat ini berkuasa, gak heran kalo kalender Masehi yang dibikin semarak perayaannya. Begitu sebaliknya, bila satu ketika nanti Islam berjaya kembali seperti sebelumnya ketika Khilafah Islam belum runtuh, maka so pasti kalender Hijriah pasti dijadikan standard penanggalan internasional. Hal ini sudah terbuktikan kok sebelumnya ketika kekuasaan Kekhilafahan Islam membentang mulai dari Timur Tengah hingga ke Spanyol dan Bulgaria. Islam menaungi dua per tiga dunia euy. Keren banget kan?

Nah, sekarang ini bukan saatnya kamu membebek di acara-acara or ucapan selamat tahun baru Masehi. Punyai sikap donk! Bila pun 1 Januari dijadikan hari libur nasional dan internasional, let it that way. Biarkan saja begitu tanpa ikut-ikutan latah mengucapkan or merayakan sesuatu yang bukan bagian dari ajaran Islam.

Aneh banget melihat orang-orang berteriak kegirangan dengan menghitung mundur detik menuju pergantian tahun ketika jarum jam berjalan menuju angka 12 malam. Mereka bersorak-sorak, meniup terompet, mercon, minuman-minuman keras, berangkulan dan berpesta maksiat. So, what? Trus mau apa bila detik jarum jam telah melewati angka 12 malam? Toh, kemaksiatan terus berjalan, yang miskin tetep aja miskin, angka busung lapar terus meningkat di saat penjualan rumah mewah semakin laris. Ironis! Inikah yang dirayakan?

Sebagai remaja muslim yang cerdas, enggak penting banget gitu loh bersikap latah dengan ikut perayaan yang gak jelas juntrungannya itu. Bukan hanya perayaannya aja tapi plus gak usah latah juga dengan mengucapkan ‘selamat tahun baru’ hanya karena takut dianggap kuno bila gak ikut mengucapkannya. Kamu harus jadi pelopor di lingkunganmu baik di sekolah maupun di rumah untuk memberikan contoh bahwa tidak semua kebiasaan yang ada itu baik dan boleh dalam Islam. So, berubah mulai detik ini ya. Remaja muslim cerdas pasti bisa. Yakin donk ^_^
[riafariana/voa-islam.com]

sumber : voa-islam

About mpiuika

ilmu tuntut dunya siar

Posted on 30 Desember 2009, in Copas and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Ana setuju…. ajaran yahudi kenapa jadi budaya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: