Hukum Menikahi Wanita Ahli Kitab Pada Saat ini


Menikahlah dengan Muslimah

Pertanyaan: Apakah menikah dengan wanita Ahli Kitab yang ada pada zaman kita sekarang ini diperbolehkan secara mutlak? Ataukah ada perincian dalam masalah ini?

Jawaban Syaikh Abdul Muhsin Hamd al ‘Abbad:

Menikah dengan wanita Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani) terdapat dalam Al Qur’an. Termasuk hukum yang tetap dalam Kitabullah. Tetapi menikah dengan wanita muslimah lebih utama (lebih baik) daripada menikahi mereka. Masing-masing tadi hukumnya halal, boleh, dan masyru’. Tapi, sikap seseorang memilih wanita Muslimah lebih baik daripada dia memilih wanita Ahli Kitab. Wanita-wanita Ahli Kitab yang ada pada zaman kita sekarang ini sama seperti yang ada pada zaman Nabi Muhammad, sama-sama musyrik. Dan Allah mengabarkan bahwa mereka adalah orang kafir.

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam.” (QS. Al-Maidah: 17)

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga.” (QS. Al-Maidah: 73)

تَعَالَى اللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Maha Suci Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya).” (QS. An-Naml: 63)

Mereka adalah kafir dan musyrik, sedangkan pengakuan mereka mengikuti agama Isa dan Musa menjadikan mereka sebagai Ahli Kitab, baik mereka yang ada pada saat ini atau sebelumnya, hukumnya satu. Selama mereka mengaku sebagai pengikut agama ini mereka sebagai Ahli Kitab. Tidak ada perbedaan antara generasi awal dan generasi akhir mereka.

Sumber : voa-islam.net

About mpiuika

ilmu tuntut dunya siar

Posted on 7 Januari 2010, in Copas and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Pernikahan Wanita Muslimah dan Pria Non Muslim

    Tentang status pernikahan wanita muslimah dan pria non muslim disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ
    “Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, Maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka. Jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman, maka janganlah kamu kembalikan mereka (wanita mukmin) kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka (wanita mukmin) tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka.” (QS. Al Mumtahanah: 10)

    Pendalilan dari ayat ini dapat kita lihat pada dua bagian. Bagian pertama pada ayat,
    فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ
    “Janganlah kamu kembalikan mereka (wanita mukmin) kepada suami mereka yang kafir”
    Bagian kedua pada ayat,
    لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ
    “Mereka (wanita mukmin) tiada halal bagi orang-orang kafir itu”
    Dari dua sisi ini, sangat jelas bahwa tidak boleh wanita muslim menikah dengan pria non muslim (agama apa pun itu)

    Pernikahan Wanita Muslimah dan Pria Non Muslim

    Tentang status pernikahan wanita muslimah dan pria non muslim disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ
    “Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, Maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka. Jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman, maka janganlah kamu kembalikan mereka (wanita mukmin) kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka (wanita mukmin) tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka.” (QS. Al Mumtahanah: 10)

    Pendalilan dari ayat ini dapat kita lihat pada dua bagian. Bagian pertama pada ayat,
    فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ
    “Janganlah kamu kembalikan mereka (wanita mukmin) kepada suami mereka yang kafir”
    Bagian kedua pada ayat,
    لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ
    “Mereka (wanita mukmin) tiada halal bagi orang-orang kafir itu”
    Dari dua sisi ini, sangat jelas bahwa tidak boleh wanita muslim menikah dengan pria non muslim (agama apa pun itu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: