Astagfirullah!! 150 Ribu Banser GP Ansor Justru Lindungi Ahmadiyah


GP Anshor

Kuningan (voa-islam.com) -Bukannya membantu membubarkan Jemaah Ahmadiyah, Gerakan Pemuda Ansor buru-buru memberikan dukungan. Sekitar 150 ribu Barisan Ansor Serbaguna justru (Banser) siap diterjunkan melindungi jemaah Ahmadiyah dari penyerangan ormas.

Hal ini ditegaskan Ketua GP Ansor kabupaten Kuningan Muplihudin kepada wartawan di Kuningan, Juma`at (30/7). GP Ansor siap bahu-membahu dengan jemaah Ahmadiyah untuk melawan kesewenang-wenangan.

…Jika jumlah 50 ribu personil Banser masih kurang ada 150 ribu cadangan siap turun membantu untuk memberikan perlindungan kepada Jema`at Ahmadiyah” katanya…

“Jika jumlah 50 ribu personil Banser masih kurang ada 150 ribu cadangan siap turun membantu untuk memberikan perlindungan kepada Jema`at Ahmadiyah sambil menunggu perintah Kyai-Kyai Nahdatul Ulama,” katanya.

Muplihudin menegaskan GP Ansor mengutuk tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok tertentu. Tindakan penyegelan masjid jemaah Ahmadiyah di Desa Manis Lor, Kuningan, Jawa Barat, beberapa hari lalu, sudah keterlaluan.

“Bentrokan yang terjadi beberapa hari lalu yang menimpa saudara kita yaitu kelompok aliran Jema`at Ahmadiyah merupakan tindakan yang tindakan terpuji,main hakim sendiri,” katanya.

Ahmadiyah Tuduh Bupati Kuningan Penyebab Bentrokan

Selain itu, Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda justru dituding sebagai penyebab utama terjadinya bentrokan pada hari Rabu (28/7) di Desa Manis Lor kecamatan Jalaksana. Tudingan tersebut dilontarkan oleh kelompok Jema’at Ahmadiyah.

“Kebijakan yang diambil oleh Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda memperkeruh suasana di Desa Manis Lor sehingga kelompok Jema`at Ahmadiyah merasa dirugikan, baik moril maupun materil,” kata Ketua pengamanan Jema`at Ahmadiyah Deden Sujdana kepada wartawan, Sabtu (31/7).

Akibat kebijakan yang dilakukan oleh Suganda dan Kapolres Kuningan AKBP Yoyoh, tutur Deden, menyebabkan ketenangan jema`at Ahmadiyah terganggu. (Ibnudzar/anr)

sumber : voaislam

About mpiuika

ilmu tuntut dunya siar

Posted on 31 Juli 2010, in Copas and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Sebenarnya itu bukan masalah murni tentang paham/keyakinan tetapi itu dimasuki masalah kepentingan (politik)
    seandainya kalo masalah akidahpun saya kira keluarga islam kultural tidak mengerti tentang hal itu baik ulama’nya atau kadernya ini secara mayoritas /keumuman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: