Category Archives: artikel

KEMI : Cinta Kebebasan Yang Tersesat (Resensi Buku)

Judul

:

KEMI (Cinta Kebebasan Yang Tersesat)
Penulis

:

Adian Husaini
Tebal

:

316 hlm
Ukuraran

:

18,3 cm
Penerbit

:

Gema Insani
Tahun

:

Cet I, 2010
Oleh

:

Latifah
Mahasiswa PPS UIKA Bogor 201

Novel berjudul KEMI (Cinta Kebebasan yang Tersesat) ini ditulis dengan sangat unik oleh Adian Husaini seorang tokoh intelektual Muslim yang juga piawai menulis novel. Novel ini mengajak para pembacanya khususnya kaum muslimin untuk memasuki dan menyaksikan fenomena dekadensi akidah yang sekarang sedang menjadi ancaman besar bagi Islam. Faham liberalisme yang sekarang lagi nge-trend dimana faham ini disuarakan oleh orang-orang (oknum) yang mengaku muslim bahkan tidak sedikit dari oknum-oknum ini adalah kaum intelektual muslim. Faham liberalisme ini ternyata telah melahirkan berbagai kehancuran bagi kehidupan manusia. Baik kehancuran fisik, psikis, sosial, moral, ekonomi dan lain-lain. Adanya keinginan untuk membebaskan manusia dari kungkungan ajaran agama salah satu penyebab munculnya faham liberalisme, ditambah lagi dengan faham pluralisme agama yang menggerus keyakinan utama mengajak manusia menyamakan agama tanpa adanya perbedaan antara Allah dan berhala, shalat dan bertapa. Sifat fitrah manusia untuk bertauhid ternyata tidak bisa istiqomah dalam diri seseorang meskipun dia seorang yang shalih sekalipun tanpa adanya usaha untuk mempertahankan keimanan itu.

Di dalam novel ini dikisahkan tentang dua orang santri yang memiliki kecerdasan yang sangat luar biasa. Selain mereka cerdas, mereka juga merupakan santri kesayangan dan kepercayaan Kyai Rois seorang Kyai pemimpin sebuah pesantren yang bernama Minhajul Abidin, Madiun, Jawa Timur. Adapun kedua santri tersebut bernama Kemi dan Rahmat. Read the rest of this entry

Iklan

Resensi Buku : Dialog Peradaban (Islam Menggugat Materialisme Barat)

resensi buku

Judul : Dialog Peradaban (Islam Menggugat Materialisme Barat)
Penulis : Cahyadi Takariawan
Tebal : 192 hlm
Ukuraran : 12 X 19,5 cm
Penerbit : Era Intermedia
Tahun : Cet 1, Jumadits Tsani 1424 H/ Agustus 2003 M
Oleh : Ahmad Farhan Syaddad
Mahasiswa PPS UIKA Bogor 2010

Buku berjudul Dialog Peradaban (Islam menggugat materialism Barat) ini ditulis dengan sangat berani oleh Cahyadi Takariawan mengajak para pembacanya untuk memasuki dan menyaksikan sebuah forum dialog yang sangat seru antara dua buah perdaban besar yang ada di dunia ini. Yang satu dianggap sebagai peradaban yang tergugat dan yang satunya lagi dianggap sebagai peradaban yang menggugat. Peradaban Barat dianggap sebagai peradaban tergugat karena semua klaim yang selalu didengung-dengungkan sabagai peradaban yang ideal dan unggul ternyata hanya melahirkan berbagai kehancuran bagi kehidupan manusia. Baik kehancuran fisik, psikis, social, moral, ekonomi, dan lain-lain. Sementara peradaban Islam dianggap sebagai peradaban penggugat karena peradaban Islam tampil untuk menunjukan segala macam kepalsuan yang dijadikan kedok oleh peradaban barat, sehingga semua mata akan menyaksiakan kepalsuan tersebut yang selama ini telah menipu mereka. Read the rest of this entry

KORELASI ANTARA ISLAM DENGAN ILMU PENGETAHUAN

Oleh: H. Ma’mun Efendi Nur, Ph.D

(Dosen Pasca Sarjana UIKA Bogor)

Ma'mun Efendi NurIslam salah satu agama yang dianut lebih dari satu milyar seratus juta orang di seluruh penjuru dunia sejak diperkenalkan Sang Pencipta Allah swt sangat identik dengan ilmu pengetahuan. Pesan Tuhan Yang Maha Esa pertama kali kepada lelaki pilihan-Nya Muhammad saw adalah perintah membaca secara multi dimension:

اقـرأ باســم ربك  الذي خلق   خلق الإنســان الإنسـان من علق اقـرأ وربك الأكرم

الذي علم بالقلم  علم الإنســان ما لم يعلم

“Bacalah dengan menyebut Tuhanmu Sang Pencipta Telah menciptakan dari segumpal darah yang menggantung. Bacalah dan Tuhanmu yang Mulia. Yang mengajarkan dengan pena (baca tulis. Mengajarkan manusia dari segala sesuatu yang tidak diketahuinya menjadi tahu)(QS. al-Alaq 1-5) .

Sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad saw adalah ommy/tidak mengerti akan tulisan namun -tidak bodoh tentunya- terbukti saat turun pesan-pesan itu beliau hanya menjawab berulang kali “ma ana biqari’/aku tidak bisa membaca”. Dari pesan-pesan pertama tersebut memuat hal-hal sebagai berikut: Read the rest of this entry

Keutamaan Puasa Sunnah Bulan Muharram

Oleh : Agus Salim

Salah satu keutamaan bulan muharram adalah Allah syariatkan peningkatan ubudiyyah terutama puasa baik secara umum di bulan muharram atau khusus pada tanggal 10 muharram

Sebagai landasan adalah sebagai berikut:

عن أبي هريرة قال، سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم، أي الصلاة أفضل بعد المكتوبة؟ قال: ” الصلاة في جوف الليل “. قيل: ثم أي الصيام أفضل بعد رمضان؟ قال: ” شهر الله الذي تدعونه المحرم ” رواه أحمد، ومسلم، وأبو داود

Dari abu Hurairah ra. Berkata: Rosulullah Saw ditanya: sholat apa yang paling utama setelah sholat fardlu? Maka Rosulullah menjawab: Sholat di waktu malam (Qiyamullail) kemudian ditanyakan lagi: puasa apa yang paling utama setelah puasa ramadhan : maka beliau menjawab: puasa pada bulan yang kalian sebut dengan bulan Muharram. HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud Read the rest of this entry

Menyikapi makna Hijrah Rasul SAW

Oleh :H.Ma’mun Efendi Nur, Ph.D

(Dosen Pasca Sarjana UIKA Bogor)

Ma'mun Efendi Nur

Peristiwa hijrah Rasulullah saw adalah salah satu dari makna mengenang/ tazakkur dan tafakkur seorang tokoh kharismatik atau sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan manusia yang beriman, karena sebagai motor penggerak organ intinya (hati dan akal) yang startnya dari kalbu menuju akal dan berakhir dengan gerakan fisik. Begitu urgennya tazakkur dan tafakkur dalam Islam, sehingga Allah swt memerintahkan orang-orang yang beriman untuk itu dan menyatakan akan manfaatnya, perhatikan firman-Nya :

فـذكــر فـإن الذكـــرى تنفـــع المؤمــنين

“Maka  ingatlah karena peringatan dapat memberikan manfaat

kepada orang-orang yang beriman”.

terlebih jika tazakkur dan iqtida’ tersebut terkait erat dengan seorang pemimpin yang memiliki keteladanan ilahiyyah/uswatun hasanah yaitu Nabi Muhammad saw, maka sudah dipastikan mengenang dan mengingat ehwal pribadinya secara konprehenship untuk dijadikan patokan kehidupan sangat dihajatkan manusia-manusia mukmin. Peringatan/tazakkur pada hakekatnya sentuhan awal adalah hati -sebagaimana disebukan diatas-. Muhammad saw adalah bukan sekedar tokoh, namun pemimpin para tokoh dari masa kemasa yang dipilih Tuhan, karena beliau cermin dari keteladanan hakiki sepanjang masa yang cakupannya melintasi batas ruang dan waktu. Hal ini sebagai fakta kebenaran pernyataan Allah swt diatas. Bukti cermin keteladanan Nabi saw yang melintasi batas waktu adalah diperingatinya peristiwa-peristiwa global beliau (mawlid/waktu kelahiran, hijrah/perpindahannya dan Isra miraj/keunikan perjalanan malam yang menembus batas luar ruang angkasa) secara kontinyu dengan beragam pendekatan. Sementara profil kharismtik beliau yang menembus luar batas ruang/tempat adalah banyaknya para ilmuan non muslim yang mengkaji sirahnya -kendatipun terdapat kontennya unsur-unsur subjektifitas-, lihat Karl Broclman (Orientalis German pakar bahasa dan satera Arab) menulis tentang sirah/sejarah kehidupan dan perjuangan Nabi saw. Mechael Hart (Ilmuan USA pakar dalam ilmu Falaq dan Matematika) menulis sejarah tentang 100 pejuang dunia dalam bukunya “The hundred/100-A Ranking the most Influential Persons in History” 100 pejuang/pembesar yang memiliki rengking dalam peran sejarah, ia menempatkan Nabi Muhammad saw dalam urutan pertama, karena ia melihat -secara objektif-  keberhasilannya dalam memimpin bangsa dengan waktu yang relatif singkat ditengah-tengah  masyarakat  yang  bersahaja. Sementara sebagian umat Islam terlena sehingga hal yang paling mudah dilakukanpun  terlupakan -mrnggunakan kalender hijriyah-sebagai patokan perputaran waktu . Read the rest of this entry

Risalah Udhiyah (Kurban)

Assalaamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Al hamdulillah, washalatu wasalaamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala alihi wahohbihi wa man waalah, amma ba’du.

Dihadapan anda saat ini kami sajikan Risalah Kurban atau Udhiyah, sebuah risalah singkat yang mudah-mudahan saja terkandung manfaat yang sangat dalam sehingga bisa dijadikan pedoman bagi para pembaca untuk menghadapi qurban tahun ini, Risalah ini ditulis oleh Sahabat Kita USTADZ AGUS SALIM seorang sahabat yang sangat bersahaja rendah hati dan berilmu tinggi semoga Allah senantiasa memberikan perlindungan kepadanya. Berikut ini Risalah Udhiyah kiriman dari seorang sahabat semoga bermanfaat, Amiin.

Masyru’iyah Udhiyah

Allah Ta’ala telah mensyareatkan kepada para hambanya untuk berqurban sebagai suatu ibadah dan juga bernilai muttaba’ah, Allah berfirman dalam surat Al-Kautsar : 2

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“ Maka dirikanlah Sholat karena Robbmu dan sembelihlah hewan kurban” Read the rest of this entry

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah Dan Amalan-amalan yang disyariatkan

Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.

KEUTAMAAN 10 HARI YANG PERTAMA BULAN DZUL HIJJAH

  • Firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala : “Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (Al-Fajar: 1-2) Ibnu Katsir Rahimahullah menerangkan, bahwa yang di maksud ada-lah 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah.
  • Firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala : “Pada hari-hari yang telah ditentukan.” (Al-Hajj: 28) Ibnu Abbas Radhiallaahu ‘anhu berkata yaitu: hari-hari sepuluh (Dzulhijjah).
  • Ibnu Abbas radhiallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tiada amal ibadah di hari apapun yang lebih utama dari 10 hari ini” mereka bertanya, “tidak pula jihad? Rasulullah bersabda: “Tidak pula jihad, kecuali seseorang yang keluar mempertaruhkan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun.” (HR. Al-Bukhari)
  • Ibnu Umar radhiallaahu ‘anhu berkata: “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tiada hari-hari yang paling agung di sisi Allah dan dicintaiNya untuk beramal di dalamnya dari pada 10 hari (Dzulhijjah) ini, maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada saat ini.” (HR. At-Thabrani)
  • Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
    Artinya:”Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzul Hijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid”. Read the rest of this entry