Arsip Blog

IBNU RUSYD TIDAK LIBERAL

Ibnu Rusyd

Dalam wacana pemikiran Islam kontemporer, nama-nama seperti Umar bin Khattab, Mu‘tazilah, Najmuddin al-Tufi, Syatibi sering dicatut oleh sebagian pemikir liberal untuk diproyeksikan sebagai pioneer liberalisme dan sekularisme di dunia Islam. Proses ideologisasi turats seperti ini jelas hanya bertujuan pragmatis: mereka sekedar ingin memberitahu publik bahwa ide liberal-sekuler yang mereka kembangkan itu tidak asing dalam khazanah intelektual Islam; bahwa ide sekularisme dan liberalisme seolah-olah lahir dan berkembang dari rahim peradaban Islam.

Perlakuan ideologis seperti inilah yang kerap diterima oleh Ibn Rusyd dalam diskursus Islam saat ini. Tokoh asal Cardova ini bahkan “diposisikan”  sebagai pemikir Muslim pertama yang menanamkan serta menyebarkan benih rasionalisme, liberalisme, dan sekularisme dalam ranah pemikiran Islam. Gambaran seperti ini dapat dibaca pada karya-karya pemikir Arab-Muslim saat ini seperti ‘Atif al-‘Iraqi, Abid al-Jabiri, Nasr Hamid Abu Zayd, Arkoun dan lain-lain. Klaim mereka tersebut biasanya mereka dasarkan pada sikap kritis yang ditunjukkan oleh Ibn Rusyd pada al-Ghazali dan mutakallimun, baik Mu‘tazilah maupun Asy‘ariyyah, seperti yang dapat dibaca dari karya agungnya Tahafut al-Tahafut dan al-Kasyf ‘an Manahij al-Adillah, juga pada posisi yang ditawarkan pada Fasl al-Maqal terkait dengan hubungan Syari’at (Agama) dan Filsafat. Read the rest of this entry

Iklan

Materi Kuliah Filsafat Ilmu dan Islamic Worldview

Buat teman-teman yang mau memiliki materi kuliah Filsafat Ilmu dan Islamic worldview silahkan ambil sesuai judul yang saya tulis, berikut ini beberapa judul materui kuliah tersebut :

  1. Konstruk Epistemologi Barat
  2. Islamnisasi Ilmu
  3. Desakralisasi Al Qur’an
  4. Konsep Wahyu
  5. Pluralisme
  6. Problematika Ummat
  7. Clash of civilization
  8. ilmu (Terbaru dari Ustadz Nuim)

Semoga apa yang disajikan ini bermanfaat adanya.

Salam shilaturrahmi dari *abifasya*

Soal Kebenaran, Benarkah Relatif?

Mana yang jadi pedoman anda ?

SELAIN mengatakan bahwa tentang sesat yang tahu hanya Tuhan, kaum Islam liberal-pluralis juga mengatakan bahwa kebenaran adalah relatif. Dengan ini, seolah-olah mereka ingin menyimpulkan: bahwa manusia itu tidak bisa membedakan mana yang sesat dan mana yang benar, karena yang sesat tak dapat diketahui dan yang benar juga tak jelas yang mana. Akibat cara berpikirnya ini, maka tak aneh jika mereka tak pernah khawatir kalau berbuat salah.
Ada sebuah pertanyaan yang yang meski dijawab oleh mereka: jika Tuhan dengan tegas memerintahkan umat manusia untuk menghidari kesesatan karena akan dibalas neraka bagi pelakunya dan Tuhan juga memerintahkan untuk mengikuti kebenaran dengan balasan surga dan neraka bagi yang menolaknya, lalu bagaimana jika kesesatan dan kebenaran itu sendiri tidak bisa dimengerti dan diketahui oleh manusia. Dengan demikian, bagi Allah, perintah tersebut menjadi sia-sia, dan bagi manusia hal itu adalah tanggung jawab yang tidak akan sanggup mereka lakukan (taklif bima la yutoq), karena mereka diberi perintah dan akan diberi sanksi jika melanggar, tapi tak jelas isi perintahnya. Read the rest of this entry

INFO KULIAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

MATA KULIAH                        : FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

DOSEN/PEMBIMBING           : USMAN SHIHAB, MA, PhD.

Deskripsi Mata Kuliah: Membahas aspek-aspek filosofis pendidikan dalam Islam

Tujuan:

  1. Mengetahui secara mendalam aspek-aspek pendididikan dalam Islam secara filosofis.
  2. Mengetahui isu Islamisasi ilmu pengetahuan dalam pendidikan Islam.
  3. Mengetahui gagasan-gagasan penting tentang pendidikan Islam.

Motede:

  1. Penugasan individu dan kelompok.
  2. Presentasi hasil penugasan.
  3. Diskusi. Read the rest of this entry

Sisi Biologi dan Kedokteran Imam Al Ghazali

Hujjatul Islam

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali merupakan seorang pemikir yang multi talenta yang banyak menyumbangkan pemikirannya dalam ilmu teologi, filsafat, astronomi, politik, sejarah, ekonomi, hukum, kedokteran, biologi, kimia, sastra, etika, musik, maupun sufisme. Dia adalah teolog Islam, ahli hukum, ahli filsafat, kosmologi, psikolog, maupun biologi. Dia dilahirkan di Tus, Provinsi Khorasan, Persia dan hidup antara tahun 1058 hingga 1111. Al Ghazali yang sering disebut juga Algazel merupakan salah satu sarjana yang paling terkenal dalam sejarah pemikiran Islam Sunni. Dia dianggap sebagai pelopor metode keraguan dan skeptisisme. Salah satu karya besarnya berjudul Tahafut Al Falasifah atau The Incoherence of the Philosophers. Dia berusaha mengubah arah filsafat awal Islam, bergeser jauh dari metafisika Islam yang dipengaruhi oleh filsafat Yunani kuno dan Helenistik menuju filsafat Islam berdasarkan sebab-akibat yang ditetapkan oleh Allah SWT atau malaikat perantara, sebuah teori yang kini dikenal sebagai occasionalism. Read the rest of this entry