Arsip Blog

STAKEHOLDER DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Oleh : Imam Nawawi, Edi Sariman, dan Fahmi Puja

PENGANTAR

Konsep stakeholder kini menjadi bagian tak terpisahkan dari pemikiran manusia dalam seluruh aspek kehidupannya, utamanya dalam upaya pemberdayaan pendidikan. Dalam tradisi lama stakeholder dipahami sebagai orang yang menanamkan investasi atau pemilik sebuah bisnis. Akan tetapi kini pengertian stakeholder tidak semata pada individu tapi bisa juga kelompok. Oleh karena itu akhir-akhir ini dikenal bahwa stakeholder adalah individu atau kelompok yang memilik satu atau lebih jenis-jenis usaha (bisnis) di mana stakeholder bisa terdiri dari berbagai fungsi; pelaksana, pemegang kebijakan, pengaman dan pelaku bisnis itu sendiri. Read the rest of this entry

Iklan

MODEL DAN METODE PERENCANAAN PENDIDIKAN ISLAM

Oleh :  H. Maman, Iwan Ruswanda, dan Lalu Mabrur

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perencanaan (planning) merupakan fungsi awal dari serangkaian aktivitas manajemen dalam mencapai tujuan secara efektif dan efiasien, sebelum fungsi berikutnya yaitu organizing, actuating, dan controlling. Menurut Anderson dalam Syafaruddin, perencanaan adalah pandangan masa depan dan menciptakan kerangka kerja untuk mengarahkan tindakan seseorang di masa depan.

Perencanaan pendidikan pada hakikatnya adalah proses pemilihan yang sistematis, analisis yang rasional mengenai apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, siapa pelaksananya dan kapan suatu kegiatan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan lebih efektif dan efisien, sehingga proses pendidikan itu dapat memenuhi tuntutan / kebutuhan masyarakat. Dengan demikian seperti dikemukakan oleh Burhanuddin, maka terdapat empat aspek yang berkaitan dengan perencanaan pendidikan tersebut yaitu berhubungan dengan masa depan, adanya seperangkat kegiatan, adanya proses yang sistematis, dan adanya tujuan. Read the rest of this entry

ANALISIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM PADA ZAMAN PENJAJAHAN BELANDA DAN JEPANG

Oleh : Riri dan Syaidah Rofiqoh

PENDAHULUAN

Dua dasawarsa terakhir abad ke-19 dan dua dasawarsa pertama abad ke-20 dikenal sebagai puncak abad imperialisme, yang merupakan masa keemasan bagi bangsa-bangsa yang bernafsu membentuk kekaisaran seperti Inggris, Prancis, dan lain-lain yang merajalela di Asia Afrika, termasuk Belanda di Indonesia yang sudah memulai politik ekspansinya jauh sebelum itu.

Di Indonesia, Belanda menghadapi kenyataan bahwa sebagian besar penduduk yang dijajahnya di kepulauan Nusantara ini adalah beragama Islam. Belanda sangat khawatir akan timbulnya pemberontakan orang-orang Islam fanatik. Islam sangat ditakuti, karena kurangnya pengetahuan mereka –Belanda- yang tepat mengenai Islam, sehingga mula-mula Belanda tidak berani mencampuri agama ini secara langsung. Melihat kondisi tersebut kolonial Belanda sampai pada kesimpulan, bahwa kolonial Belanda tidak akan bertahan lama, apabila agama Islam dibiarkan tumbuh dan berkembang. Sebab Islam adalah agama yang membenci segala bentuk penindasan dan penjajahan. Untuk menghadapi masalah tersebut pemerintah kolonial Belanda sangat berterima kasih kepada Christian Snouck Hurgronje (1889) yang secara sungguh-sungguh mendalami Islam. Salah satu nasehatnya kepada pemerintah Belanda ialah “Pengaruh Islam tidak mungkin dihambat tetapi perlu dibatasi pengaruhnya. Berikan umat Islam kebebasan melaksanakan ibadah agama mereka, tetapi pendidikan harus diawasi”. Read the rest of this entry

RAJA FILSOF IBNU KHALDUN

“Ilmu sejarah menjelaskan tingkahlaku manusia yang membabitkan hal-hal kerajaan-kerajaan, kemahiran, dan ilmu pengetahuan mereka.”
Ibnu Khaldun

ABDURRAHMAN Ibn Khaldun (1332 M-1406 M), lahir di Tunisia, adalah

khaldun 2
Raja Filsof

sosok pemikir muslim legendaris. Khaldun membuat karya tentang pola sejarah dalam bukunya yang terkenal: Muqaddimah, yang dilengkapi dengan kitab Al-I’bar yang berisi hasil penelitian mengenai sejarah bangsa Berber di Afrika Utara. Dalam Muqaddimah itulah Ibnu Khaldun membahas tentang filsafat sejarah dan soal-soal prinsip mengenai timbul dan runtuhnya negara dan bangsa-bangsa.

Ibnu Khaldun menempuh pendidikan di Tunis untuk mempelajari Al-Qur’an, Hadist, serta beberapa cabang studi Islam. Ia juga belajar kesusastraan Arab, filsafat, matematika, dan ilmu falak. Ketika remaja, ia mengabdi kepada penguasa Mesir, Sultan Barquq. Read the rest of this entry

Makalah Diskusi MPI Kelompok 2

FILSAFAT DAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN

OLEH : J. Badruzaman, A. Khatib, dan Rizal Fauzi

I. FILSAFAT PENDIDIKAN

Pengertian Filsafat Pendidikan

Kata filsafat atau falsafah, berasal dari bahasa Yunani. Kata ini berasal dari kata philosophia yang berarti cinta pengetahuan. Terdiri dari kata philos yang berarti cinta, senang, atau suka dan kata sophia yang berarti pengetahuan, hikmah, atau kebijaksanaan. Hasan Shadily mengatakan bahwa filsafat menurut arti bahasanya adalah cinta akan kebenaran.

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa filsafat adalah cinta kepada ilmu pengetahuan atau kebenaran, suka kepada hikmah atau kebijaksanaan. Jadi orang yang berfilsafat adalah orang yang mencintai kebenaran, ilmu pengetahuan, ahli hikmah dan bijaksana.

Orang yang ahli dalam berfilsafat disebut philosopher, atau filsuf dalam bahasa Arab. Dan pemikiran secara filsafat sering diistilahkan dengan pemikiran filosofis.

Dalam pemikiran yang lebih luas Harold Titus mengemukakan beberapa pengertian filsafat sebagai berikut:

  1. filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara kritis.
  2. Filsafat adalah suatu usaha untuk mendapatkan gambaran secara keseluruhan.
  3. Filsafat adalah analisa logis dari bahasan serta penjelasan tentang arti konsep.
  4. Filsafat adalah proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat kita junjung tinggi.[1] Read the rest of this entry

PENGERTIAN, DAN FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

Oleh : A. Farhan Syaddad dan Agus Salim

A. Pendahuluan

Dalam pandangan ajaran Islam, segala sesuatu harus dilakukan secara rapi, benar, tertib, dan teratur. Proses-prosesnya harus diikuti dengan baik. Sesuatu tidak boleh dilakukan secara asal-asalan (Didin dan Hendri, 2003:1). Mulai dari urusan terkecil seperti mengatur urusan Rumah Tangga sampai dengan urusan terbesar seperti mengatur urusan sebuah negara semua itu diperlukan pengaturan yang baik, tepat dan terarah dalam bingkai sebuah manajemen agar tujuan yang hendak dicapai bisa diraih dan bisa selesai secara efisien dan efektif.

Pendidikan Agama Islam dengan berbagai jalur, jenjang, dan bentuk yang ada seperti pada jalur pendidikan formal ada jenjang pendidikan dasar yang berbentuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), jenjang pendidikan menengah ada yang berbentuk Madrasah Alyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), dan pada jenjang pendidikan tinggi terdapat begitu banyak Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) dengan berbagai bentuknya ada yang berbentuk Akademi, Sekolah Tinggi, Institut, dan Universitas. Pada jalur pendidikan non formal seperti Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak (TPA), Majelis Ta’lim, Pesantren dan Madrasah Diniyah. Jalur Pendidikan Informal seperti pendidikan yang diselenggarakan di dalam kelurarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. Kesemuanya itu perlu pengelolaan atau manajemen yang sebaik-baiknya, sebab jika tidak bukan hanya gambaran negatif tentang pendidikan Islam yang ada pada masyarakat akan tetap melekat dan sulit dihilangkan bahkan mungkin Pendidikan Islam yang hak itu akan hancur oleh kebathilan yang dikelola dan tersusun rapi yang berada di sekelilingnya, sebagaimana dikemukakan Ali bin Abi Thalib :”kebenaran yang tidak terorganisir dengan rapi akan dihancurkan oleh kebathilan yang tersusun rapi”.

Makalah sederhana ini akan membahas tentang pengertian dan fungsi-fungsi manajemen pendidikan Islam, sebagai pengantar diskusi pekuliahan Mata Kuliah Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Ibnu Khaldul Bogor. Read the rest of this entry

Muqadimah

Segala puja dan puji hanya milik Allah pemilik muthlaq alam semesta ini, Shalat serta salam semoga terlimpah selalu buat paduka mulya yang jejak langkahnya senantiasa kita jadikan panutan, Nabi dan Rasul  Akhir Zaman yang tiada lagi nabi dan Rasul  sesudahnya baik Nabi da rasul yang membawa syari’at maupun yg tidak membawa syari’at yakni Muhammad SAW.

Blog sederhana ini memiliki himmah yang tinggi untuk bisa memberikn informasi seluas-luasnya kepada ummat wabilkhusus para mahasiswa S2 UIKA Manajemen Pendidikan Islam baik berupa materi yang diberikan dosen, materi hasil download, atau tulisan ringan para mahasiswa baik berupa tugas kuliah maupun tulisan lepas sekedar artikel ringan yang berharap dapat memiliki manfaat yang dalam buat kepentingan ummat.

Kepada para sahabat Mahasiswa, agar Rumah maya sederhana ini semarak dengan dakwah, dimohon untuk turut serta mengisinya dengan berbagai artikel yang bermanfaat. Semoga Jalan dakwah kita senantiasa diridlai Allah SWT. Amiiin

Fastabiqul khairaat

Billahi Taufiq Walhidayah

Wassalaamu ‘Alaikum wr. wb

Salam hangat

*Admin-Fasya*

TULISAN INI ADALAH TULISAN STATIS, TULISAN TERBARU ADALAH TULISAN DIBAWAHNYA.