Muqadimah

Segala puja dan puji hanya milik Allah pemilik muthlaq alam semesta ini, Shalat serta salam semoga terlimpah selalu buat paduka mulya yang jejak langkahnya senantiasa kita jadikan panutan, Nabi dan Rasul  Akhir Zaman yang tiada lagi nabi dan Rasul  sesudahnya baik Nabi da rasul yang membawa syari’at maupun yg tidak membawa syari’at yakni Muhammad SAW.

Blog sederhana ini memiliki himmah yang tinggi untuk bisa memberikn informasi seluas-luasnya kepada ummat wabilkhusus para mahasiswa S2 UIKA Manajemen Pendidikan Islam baik berupa materi yang diberikan dosen, materi hasil download, atau tulisan ringan para mahasiswa baik berupa tugas kuliah maupun tulisan lepas sekedar artikel ringan yang berharap dapat memiliki manfaat yang dalam buat kepentingan ummat.

Kepada para sahabat Mahasiswa, agar Rumah maya sederhana ini semarak dengan dakwah, dimohon untuk turut serta mengisinya dengan berbagai artikel yang bermanfaat. Semoga Jalan dakwah kita senantiasa diridlai Allah SWT. Amiiin

Fastabiqul khairaat

Billahi Taufiq Walhidayah

Wassalaamu ‘Alaikum wr. wb

Salam hangat

*Admin-Fasya*

TULISAN INI ADALAH TULISAN STATIS, TULISAN TERBARU ADALAH TULISAN DIBAWAHNYA.

Menjawab Syubhat KH Said Agil Siradj: Situs Porno Hanya Makruh?

Oleh: Ust. Purnomo WD

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah yang menunjuki kita kepada kebenaran. Siapa yang Dia beri petunjuk maka tak seorangpun yang bisa menyesatkannya. Sebaliknya, siapa yang disesatkan oleh-Nya maka tak seorangpun yang mampu menunjukinya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulillah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Pasca kejadian bom Solo, KH Said Agil Siraj membuat satu pernyataan yang melukai hati sesama muslim dan menyenangkan hati thaghut dan kafirin. Seolah tidak tahu adanya rekayasa dari peristiwa-peristiwa yang dikategorikan sebagai aksi terorisme, dia menuduh situs-situs jihadis radikal sebagai akarnya, sehingga meminta Menkominfo agar menutup situs-situs jihadi radikal yang dianggap mengajarkan terorisme. Secara tidak langsung, Said Agil menyamakan jihad dengan aksi terorisme. Sama persis dengan Israel yang menganggap pejuang Palestina yang berjihad untuk pembebasan negeri mereka sebagai teroris. Sama juga dengan kaum kuffar Amerika yang memusuhi Islam, menganggap jihad melawan penjajahan Amerika dan sekutunya atas Irak, Afghanistan, dan negeri-negeri muslim lainnya sebagai teroris. Read the rest of this entry

PBNU: Situs Porno Tak Berdosa, Situs Jihadi Radikal Merusak Iman

JAKARTA (voa-islam.com) – Alih-alih mengambinghitamkan situs-situs jihadis radikal sebagai akar terorisme, KH Said Agil Siraj membandingkan situs radikal dengan situs porno. Menurutnya, situs radikal lebih berbahaya daripada situs porno. Karena situs radikal merusak iman, sedangkan situs porno tak berdosa, hanya makruh.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini beranggapan bahwa aksi teror bom yang masih terus terjadi di tanah air berkaitan dengan keberadaan sejumlah situs radikal. Karena situs radikal itu menjadi penyambung lidah ideologi para pelaku teror. Pembiaran situs radikal sama saja merelakan api berkobar liar. Read the rest of this entry

Moral dan Peradaban Menurut Ibn Khaldun

Abu Zayd ‘Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadhrami atau yang lebih dikenal dengan Ibn Khaldun (1332-1406M) berpendapat bahwa peradaban adalah seperti makhluk hidup yang memiliki umur. Ia bermula dari fase kelahiran, remaja, menua lalu mati.

Peradaban berkembang seiring berkembangnya kerja-kerja pembangunan. Sementara musuh peradaban adalah gaya hidup boros dan bermewah-mewahan sehingga bisa menyeret pada fase keruntuhan. Firman Allah: Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran). QS. Ali Imran: 140. (Dr. Yasir al-Masyhadani, www.fustat.com/I_hist/mashhadani1_6_09.shtml)

Menurut Ibn Khaldun peradaban adalah sebuah fase alami. Munculnya peradaban berarti menandai berakhirnya kehidupan baduwi. Akan tetapi saat kehidupan baduwi mencapai taraf kehidupan yang tinggi dan berkembang pesat dalam industrinya, maka secara perlahan akan menuju pada kehancuran. Karena sesungguhnya peradaban itu secara tersirat membawa benih-benih kerusakan. Negara semakin menua dan pada gilirannya akan runtuh. Masa tua bagi sebuah negara menurut Ibn Khaldun adalah sebuah daur kehidupan yang alami. Ia merupakan penyakit kronis yang tidak mungkin diobati. Read the rest of this entry

Galak Kepada Sesama Muslim, Tapi Berkasih Sayang Kepada Orang Kafir

Ketua PBNU ?

Oleh: Abu Ahmad Syakir

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang memerintahkan untuk bersatu di atas Islam dan melarang perselisihan dan perpecahan. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Di antara pilar utama dien ini, asas dan kerangkanya yang agung adalah kewajiban saling berkasih sayang dan saling perhatian terhadap sesama muslim. Allah Subhanahu wa Ta’ala  memberitakan tentang sifat kaum mukminin,

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.” (QS. Al-Taubah: 71)

Saat Allah ‘Azza wa Jalla  memuji umat terbaik sesudah para nabi, yakni para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Dia menyebutkan sifat dan karakteristik mereka yang istimewa, yaitu saling berkasih sayang antara sesama mereka. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, . . .” (QS. Al-Fath: 29)

Catatan penting yang harus diperhatikan dalam ayat di atas, Allah mendahulukan sifat saling berkasih sayang antar sesama mereka daripada ibadah, tahajjud, dan mencari ridha Allah. Bahkan Allah ‘Azza wa Jalla  dalam ayat lain menerangkan, pondasi hubungan seorang muslim dengan saudara muslimnya yang lain adalah hubungan suci dan mulia yang tidak didapatkan dalam hubungan manusia yang lain. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ

Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.” (QS. Al-Maidah: 54)

Ciri utama kaum yang dicintai oleh Allah dalam ayat di atas adalah, “yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela“. Read the rest of this entry

”Misionaris” Dakwahi Yahudi di Yerusalem untuk Masuk Islam

Dalam upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya, sekelompok umat muslim melintasi batas-batas tanah suci Yerusalem dari budaya, keyakinan dan politik untuk membawa Islam kepada orang-orang Yahudi Israel – dengan harapan ada beberapa dari mereka (kaum Yahudi) yang bersedia untuk meninggalkan agama sesat mereka untuk masuk Islam.

Para pria berjenggot ‘misionaris’ Islam tersebut melakukan pendekatan terhadap warga Yahudi di dan sekitar Kota Tua Yerusalem dan mencoba mendakwahi mereka dengan menggunakan bahasa Ibrani yang sopan dan lancar, sebagai upaya mengkonversi mereka menjadi Islam. Read the rest of this entry

Nabi Musa Pernah Ditegur Karena Lakukan ‘Kesombongan Intelektual’

Oleh Dr A Ilyas Ismail

ilustrasi

Sifat sombong (al-kibr) dan menyombongkan diri (al-takabbur) merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya. Kesombongan, menurut Ghazali, bermula dari kekaguman seseorang kepada diri sendiri (al-`ujb), lalu memandang rendah orang lain. Sifat sombong merupakan sikap batin yang terejawantahkan dalam perbuatan dan tindakan yang cenderung destruktif dan diskriminatif.

Penyakit yang satu ini, menurut Ghazali, patut diwaspadai, karena tak hanya menyerang manusia secara umum, tetapi justru lebih banyak menyerang orang-orang pandai, para pakar, termasuk para ulama, kecuali sedikit orang dari mereka yang mendapat bimbingan dan petunjuk dari Allah SWT.

Nabi Musa AS konon dianggap telah melakukan “kesombongan intelektual” ketika beliau berkata, “Ana a`lam al-qaum” (akulah orang paling pandai di negeri ini). Sepintas lalu, pernyataan ini dapat dianggap wajar karena dikemukakan oleh seoang Nabi yang ditugaskan Allah SWT untuk membebaskan rakyat Mesir dari perbudakan Raja Firaun. Namun, Allah SWT memandang pernyataan Musa itu berlebihan. Read the rest of this entry

Dampak Posmodernisme

Jika tidak hati-hati, filsafat bisa membawa dampak buruk bagi pemikiran Islam. Laksana obat,  kadar dan cara penggunaannya harus tepat. Jika keliru, bisa berdampak negative. Sebut saja, misalnya, filsafat posmodernisme. Dalam beberapa dekade terakhir ini, filsafat posmodernis Perancis memberikan pengaruh yang cukup kuat dalam arus pemikiran Islam dan filsafat di belahan bumi yang sedang bergejolak saat ini seperti Maroko, Aljazair, dan Tunisia. Pengaruh tersebut dapat dilihat dari beberapa karya tulis yang terhasil dari tangan para cendikiawan dan pemikir negeri ini. Beberapa karya besar dari tokoh-tokoh posmodernis seperti Michel Foucault, Jacques Derrida, dan Paul Ricour sudah diterjemahkan kedalam Bahasa Arab. Read the rest of this entry

Profesor ’Keblinger’ yang Tak Kunjung Tobat

mU5d4h "tidak" Mul14

Sebeginilah kadar keilmuan Profesor Siti Musdah Mulia ketika dikritisi oleh seorang mahasiswi dalam sebuah forum diskusi di Makasar, kampung halaman ia dilahirkan. Jika ngaku profesor, jawab saja sikap kritis mahasiswa tersebut dengan tenang, tak perlu gusar dan geram. Apalagi sampai harus mengancam mahasiswa dengan pasal pelecehan. Siapa yang tak cerdas sesungguhnya!

Sambil menyebut dua media Islam, salah satunya Suara Islam, sebagai bacaan  tak cerdas, Musdah sewot seraya  berseloroh dengan nada mengancam: “Hati-hati yah, kalau adik berkata-kata, saya bisa tuntut anda pasal pelecehan jika anda mengkritisi saya seperti itu. Anda ini kan mengambil data dari Sabili dan Suara Islam. Kedua majalah ini bukan bacaan kaum intelektual. Kedua majalah itu kerjanya cuma menghina orang,” kata Musdah yang profesor itu kepada Kultsum, seorang mahasiswa yang mengkritisinya.

Ketika itu digelar sebuah Seminar Nasional Perempuan tingkat nasional yang diadakan oleh Human Ilumination dengan tajuk  “Adilkah Bangsa dan Agama Terhadapmu”, Senin (30/5/2011). Bertempat  di Gedung Mulo, Jl Sungai Saddang, Makassar, hadir sebagai pembicara antara lain: Prof. DR. Siti Musdah Mulia (Guru Besar Pemikiran Politik Islam UIN Syarif Hidayatullah – Ciputat, Maria E Pandu (Guru Besar Sosiologi Gender Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik  Universitas Hasanudin), Sukma Mulia (Wakil LSM Indonesia Conference of Religions and Peace), dan Suciati (Sekretaris Pemberdayaan Perempuan Pemerintah Provinsi Sulsel). Rata-rata peserta dihadiri oleh mahasiswi dari berbagai kampus di Kota Makassar.

Umi Kaltsum, salah satu peserta seminar, yang juga mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (Unhas), menyebut Musdah sebagai sosok kontroversial yang memojokkan Islam lantaran idealisme liberalnya yang pro Amerika. Kaltsum juga mengungkit-ungkit sepak terjang Musdah setelah pernah meraih nobel Internasional Women of Courage dari Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice di Washington puada 8 Maret 2007 lalu, dan ia mendapat hadiah Rp 6 miliar.  Read the rest of this entry

Mualaf Camila Lif: Berislam Bukan Tentang Agama yang Lain Lebih Buruk

 

Camila Lif (Kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, STOCKHOLM – Tiga mualaf Swedia, Iman Monica Granath, (22), Meryem Connie Sahin (27), dan Camilla Lif (25) diwawancara bersama di sebuah radio nasional. Bagi publik Swedia kebanyakan, pilihan mereka untuk berislam dan kemudian mengenakan jilbab adalah hal yang paling kontroversial yang dilakukan di Swedia. Read the rest of this entry

Film “?”: Apa Maunya?

“Soal akidah, di antara Tauhid Mengesakan Allah, sekali-kali tidaklah dapat dikompromikan atau dicampur-adukkan dengan syirik. Tauhid kalau telah didamaikan dengan syirik, artinya ialah kemenangan syirik.”

(Prof. Hamka, dalam Tafsir al-Azhar)

PERLU digarisbawahi, saat menonton film “?” (Tanda Tanya) pada tayangan perdana, 6 April 2011 lalu, saya adalah seorang Muslim. Saat memberikan komentar dan memberikan catatan kritis ini, saya juga tetap Muslim, dan saya menggunakan perspektif Islam dalam menganalisis film “?”. Sebagai Muslim, saya telah berikrar: “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”

Dengan syahadat Islam itu, saya bersaksi, saya mengakui, bahwa Tuhan saya adalah Allah. Tuhan saya bukan Yahweh, bukan Yesus, bukan Syiwa. Tuhan saya Satu. Tuhan saya tidak beranak dan tidak diperanakkan. Saya mengenal nama dan sifat Allah bukan dari budaya, bukan dari hasil konsensus, tapi dari al-Quran yang saya yakini sebagai wahyu dari Allah kepada Nabi Muhammad saw. Karena itu, sejak dulu, dan sampai kiamat, saya dan semua orang Muslim memanggil Tuhan dengan nama yang sama, Allah, yang jelas-jelas berasal dari wahyu. Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.